Translate

Monday, 20 April 2015

Suka Nulis? Inilah Cara Membuat Blog di MyWapBlog.com

Jika kamu suka nulis, inilah hobi yang paling tepat untuk mengembangkan daya kreativitas menulismu. Ngeblog itu menyenangkan, apalagi jika dibarengi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Jika kamu termasuk pemula dalam dunia blogging, alangkah baiknya jika kamu membuat blog di blog builder sederhana dan tak rumit terlebih dulu. Dan kali ini saya (Kholiq Fadhilah) akan memposting tentang Cara Membuat Blog di MyWapBlog.com, blog builder tersebut sangat cocok bagi pemula karena sederhana dan menu yang tidak rumit, juga untuk kamu yang sudah lama di dunia blogging, MyWapBlog.com cocok, disana kamu bisa menemui para blogger yang sangat ramah, blogger MyWapBlog biasanya suka berkunjung dari satu blog ke blog lain. Untuk cara membuatnya adalah

1. Pergi dan daftar di MyWapBlog.
2. Pilih nama pengguna, nama ini nantinya akan menjadi alamat blog kamu.
3. Pilih subdomain yang tersedia, ada 8 subdomain siap digunakan di MyWapBlog.
4. Masukkan kata sandi yang kamu kehendaki.
5. Masukkan nama kamu, nama ini nantinya akan menjadi nama admin di blog.
6. Masukkan Email kamu, nantinya untuk memverifikasi blog kamu.
7. Isikan kode pengaman sesuai yang anda lihat.
8. Terakhir, cek Email dan klik tautan yang tersedia.

Itu tadi adalah Cara Membuat Blog di MyWapBlog.com, terimakasih telah berkunjung ke blog kami. Salam hangat dari kami, (Kholiq Fadhilah & Faizal Nur Rohman) Borobudur Info

Sunday, 19 April 2015

Benarkah Doa Itu Ibadah?

“Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata); “Kami tidak menyembah  mereka melainkan supaya mereka  mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar”. (QS. Az-Zumar : 3)

Allah itu Maha Dekat dan Maha Mendengar tidak membutuhkan kepada perantara. Allah  berfirman : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat.” (QS. Al-Baqarah : 186)

Orang-orang musyrik apabila berada dalam bahaya, mereka berdoa hanya kepada Allah saja, tetapi setelah selamat dari bahaya itu, mereka kembali berdoa kepada pelindung-pelindungnya berupa patung-patung sehingga Allah menyebut mereka sebagai orang kafir. Allah berfirman: “Dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah, dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata (Mereka berkata), “Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang  yang bersyukur”(QS. Yunus : 22)

Maka kenapa sejumlah orang Islam berdoa kepada para Rasul dan orang-orang shalih (selain Allah). Mereka meminta pertolongan dari mereka, baik diwaktu susah maupun diwaktu gembira. Apakah mereka tidak membaca dan merenungi firman Allah. “Dan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang menyembah, sembahan-sembahan selain Allah, yang tiada dapat memperkenankan doanya sampai hari kiamat, dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? Dan apabila manusia dikumpulkan  pada hari kiamat, niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pewmujaan mereka.”(QS. Al- Ahqaaf  5-6 )

Allah Berada Di Atas Arsy

Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari ayat ini sebagai berikut; “Para ahli tafsir sependapat bahwa kita tidak akan berkata seperti ucapan kaum Jahmiayah (golongan yang sesat) yang mengatakan bahwa Allah itu berada di setiap tempat maha suci Allah dari ucapan mereka. Adapun Firman Allah : “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada” (Q.S. Al-Hadiid : 4). Maksudnya bahwa Dia bersama kita; mengetahui, mendengar dan melihat kita dimanapun kita berada. Apa yang disebutkan dan sesudah ayat ini menjelaskan hal tersebut, seperti keterangan dalam tafsir Ibnu Katsir. Rasulullah mi”raj ke langit ke tujuh dan difirmankan Allah kepadanya serta diwajibkan untuk melakukan shalat lima waktu (Dalam riwayat Bukhari dan Muslim). Sabda Rasulullah : “Kenapa kamu tidak mempercayaiku, padahal aku dipercaya oleh Allah yang berada di langit ? (hadits riwayat Tirmidzi). Sabda rasulullah : “Sayanglah orang-orang yang ada di bumi maka, yang di langit (Allah) akan menyayangimu.” (Riwayat Tirmidzi). Rasulullah pernah menanyai seorang budak wanita; “Di mana Allah ? Jawabnya, “Di langit“ Rasulullah bertanya lagi; “Siapa aku ini?” dijawabnya lagi; “Engkau adalah Rasul Allah.” Lalu Rasulullah bersabda; “Merdekakanlah dia karena dia seorang Mu’minah” (Riwayat Muslim). Sabda Rasulullah : “Arsy itu berada di atas air dan Allah berada di atas Arsy, Allah-lah mengetahui keadaan kamu. “(hadits Hasan riwayat Abu Daud). Abu Bakar Ash Shiddiq berkata, “barangsiapa menyembah Allah maka Allah berada di langit. Dan Maha hidup dan tidak pernah mati.” (Riwayat Imam Darimi dalam Al-Radd Alal Jahmiyah).

Bacaan Ketika Sujud Tilawah

Bacaan Ketika Sujud Tilawah
Bacaan ketika sujud tilawah sama seperti bacaan sujud ketika shalat. Ada beberapa bacaan yang bisa kita baca ketika sujud di antaranya:
  1. Dari Hudzaifah, beliau menceritakan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ketika sujud beliau membaca: “Subhaana robbiyal a’laa”. Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. (HR. Muslim no. 772).
  2. Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a ketika ruku’ dan sujud:“Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.” Artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku. (HR. Bukhari no. 817 dan Muslim no. 484).
  3. Dari ‘Ali bin Abi Tholib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika sujud membaca: “Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu wa laka aslamtu, sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”. Artinya: Ya Allah, kepada-Mu lah aku bersujud, karena-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta. (HR. Muslim no. 771).